Rabu, 18 Juli 2012

Pengamat: Tetaplah Waspadai PKS di 2014


Selasa, 17 Juli 2012


Oleh Arif Rahman*
(Kompasiana)


Pada Pemilu Legislatif 2004, PKS (di DKI) melesat dengan 23% suara, namun di pemilu 2009 turun menjadi 19% suara. Bagaimana 2014?

Pesta demokrasi se-DKI mengejutkan sebagian kalangan, terutama melihat anjloknya suara PKS yang dikenal sebagai raja DKI 2004. Tidak pelak, ini menimbulkan banyak spekulasi di berbagai media oleh berbagai pengamat. Mengingat pada pemilukada DKI yang lalu PKS hampir 50% dan sekarang hanya sekitar 11%. Penurunan yang besar, bukan ?

Tetapi apabila kita teliti lagi, kita menemukan beberapa titik kritis yang dapat membuat kita salah mem-vonis bahwa PKS sudah benar-benar terpuruk.

1. Perbedaan Jumlah Kontestan

Pilkada DKI 2007 diikuti oleh hanya 2 kontestan. Foke Vs Adang dimana suara Adang seolah-olah mewakili seluruh suara Pendukung PKS. Padahal, ini mungkin saja terjadi karena polarisasi pemilih tidak terlalu besar dibandingkan dengan terpecahnya pilihan di 2012.

2. Pilkada lebih cenderung ke Pemilihan Figur, bukan Partai

Menurut pengamatan saya, suara Adang-Dani pada 2007 lalu tidak mewakili suara PKS secara keseluruhan. Pilihan hanya dua. Yang satu figur pelanjut dan yang satu figur perubahan. Jadi, Adang-Dani mewakili suara perubahan. Begitupun dengan hadirnya Jokowi, bukan berarti banyak yang mendukung PDIP. Namun, prestasi Jokowi di Solo-lah yang menjadi harapan. Harapan perubahan untuk DKI.

Parpol tidak dapat mengarahkan secara utuh massanya untuk mendukung calon tertentu. Kecuali PKS yang mempunyai kader militan, meskipun akhir-akhir ini diisukan sedikit retak.

3. Faktor Jokowi

Jokowi sedang menjadi bintang besar. Oleh karena itu bintang Hidayat meredup. Apalagi bintang Jokowi mendapatkan dukungan besar dari media. Jadi, nyalanya semakin terang.

***

Jadi, terlalu dini menganggap remeh PKS di 2014 - terlebih dalam waktu bersamaan dengan Pilkada DKI, PKS menang pilkada di 4 daerah- dan saya menganggap Pilkada DKI sebagai miniatur 2014 kurang tepat. Dan, partai lain harus mewaspadai kejutan darinya! Waspadalah !*)
*)syarat ketentuan berlaku

*)syaratnya PKS diwaspadai : Masih konsisten dengan tidak tersangkutnya kader PKS dengan kasus korupsi. Konsisten dengan kepeduliannya kepada bencana, konsisten dengan tidak rangkap jabatan, konsisten dengan kebaikan-kebaikannya.

Bookmark and Share
Artikel yang berhubungan :

0 komentar:

Posting Komentar