Jumat, 22 Juni 2012

PKS: Etnis Rohingya Butuh Pengakuan Kewarganegaraan

19 Jun 2012 | 13:39 WIB

Posted By PKS Kobar


Jakarta (19/6) Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf merasa prihatin dengan penderitaan etnis Rohingya yang sampai kini tidak mendapatkan pengakuan kewarganegaraan baik di Myanmar maupun Banglades. Muzzammil berharap semua pihak terlibat dalam memperjuangkan pengakuan kewarganegaraan etnis Rohingya.

“Kami sangat prihatin dengan konflik di Myanmar yang telah menyebabkan puluhan orang tewas dari etnis Rohingya dan lebih dari 30.000 orang terusir dari rumahnya.” Ujar Muzzammil, Selasa (19/6) di Jakarta.

Menurut Muzzammil, ini merupakan tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan. Sebagai insan, mereka harus mendapatkan pengakuan kewarganegaraan. Sehingga hak-hak kemanusiaan mereka dapat terpenuhi.

“Tidak selayaknya sekelompok orang dalam jumlah besar sudah tinggal puluhan tahun disebuah negara tidak mendapatkan hak-hak kemanusiaan dan pengakuan kewarganegaraan”. Jelas Wakil Ketua Fraksi PKS ini.

Muzzammil meminta agar Pemerintah SBY berinisiatif untuk menyelesaikan masalah ini dalam forum ASEAN karena dalam Piagam ASEAN disebutkan tujuan ASEAN adalah menjamin rakyat dibawah anggota negara ASEAN hidup damai di lingkungan yang adil, demokratis, dan harmonis.

“Fraksi PKS meminta agar Presiden SBY, melalui Menteri Luar Negeri berperan aktif menyelesaikan persoalan etnis Rohingya di forum ASEAN secepatnya. Hal ini untuk menjaga agar kondisi kawasan aman dan kondusif.” Pintanya.

Terpenting, kata Muzzammil, anggota negara ASEAN harus memastikan konflik kekerasan yang terjadi di Myanmar berhenti dan krisis pangan yang dihadapi oleh etnis Rohingya dapat diatasi segera. “Setelah itu, atas nama kemanusiaan, ASEAN harus mendorong agar etnis Rohingya memiliki pengakuan kewarganegaraan yang jelas di negara manapun”. Jelas Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen ini.

Muzzammil berharap agar Pemerintah Myanmar memiliki kemauan untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai dalam jangka panjang. Selain itu, Muzzammil juga berharap agar Aung San Suu Kyi, penerima nobel perdamaian dan tokoh HAM di Myanmar terlibat aktif dalam menyelesaikan masalah ini. “Sebagai tokoh HAM yang diterima oleh banyak kalangan, Suu Kyi memiliki kemampuan untuk mencari dukungan internasional untuk selesaikan masalah ini.” Ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 21 orang tewas dan ratusan rumah dibakar dalam bentrokan di Sittwe, negara bagian Rakhine. Bentrokan itu melibatkan Muslim Rohingya dan warga Myanmar yang beragama Buddha.

Sumber: Fraksi PKS DPR RI

Bookmark and Share
Artikel yang berhubungan :

0 komentar:

Posting Komentar