Sabtu, 01 Juni 2013

"Inspirasi 3 Jenderal" | by @nastarabdullah

by Nastarita
Staf BidPuan DPW PKS Kaltim


Pernah nonton Three Kingdoms? Film kolosal yg mengisahkan tentang 3 kerajaan di Cina pasca keruntuhan  dinasti han. Ketiga kerajaan itu : Wei, Shu dan Wu, terus menerus bertikai tanpa ujung. 
 

Zhao Yun, yg dikenal dengan nama Jendral Zilong adalah Jendral Utama dari kerajaan Shu yg bertugas memimpin penaklukan Wei dan Wu, bukan demi kekuasaan tapi demi menghentikan pertumpahan darah. Setelah melewati puluhan peperangan tanpa kekalahan, suatu hari ia terluka parah, tabib pasukan memintanya melepas baju perang agar luka tersebut diobati. Dengan tegas ia berkata "aku tak pernah melepaskan baju besiku dalam peperangan, se sakit apapun itu, aku tak ingin melemahkan prajuritku dengan membiarkan mereka tau kalau aku sedang terluka."

Kita pindah ke dimensi lain, Kapten Jack Sparrow dari "Pirates Of Carribean". Ia dan perwakilan bajak laut dari seluruh dunia berkumpul di The Brethren, markas pusat bajak laut, karena ada ancaman besar dari pasukan Inggris yg akan segera menyerang. Nyaris seluruh perwakilan menolak untuk keluar. Menurut mereka "The Brethren tidak mungkin ditaklukkan, kita cukup berdiam disini dan menunggu mereka kelelahan lalu pergi". Perdebatan berakhir dengan pemilihan pemimpin tertinggi yg berhak mengambil keputusan. Seluruh perwakilan memilih nama mereka sendiri, kecuali Jack Sparrow. Ia memberikan suaranya pada seorang kapten wanita. Mengapa? Wanita inilah satu-satunya yang sepakat untuk keluar dan menyerang. Mungkin Jack Sparrow  berpikir "walau disini aman, akan lebih baik kita keluar, bertarung habis-habisan. Kalau kita menang, mereka tak akan berani mengusik kita lagi"

Dari lapangan hijau, siapa tak kenal Pep Guardiola, arsitek fenomenal Barcelona yang mengumpulkan 14 Trofi hanya dalam waktu 4 musim. Tahukah bahwa ia memulai karir kepelatihannya tanpa pengalaman sedikitpun? Maka ketika laga awalnya berakhir dengan kekalahan, publik mulai ragu, apa yang bisa dilakukan pria ini. Mengetahui pesimisme publik, jelang sebuah pertandingan ia berkata pada anak-anak didiknya, "Tak usah risau dengan kekuatan lawan, fokus pada pasukan kita, Aku tak pernah sedikitpun meragukan kemampuan kalian, siapapun yg harus kalian hadapi, karena pada akhirnya, 90 menit dilapangan hijau yg akan menentukan tim kita menang atau kalah. Tugas kalian hanya memberikan yang terbaik". Hasilnya? Walau berawal dengan kekalahan, tim ini melakukan sapu bersih 6 trofi sekaligus di akhir musim, catatan yang tidak pernah diraih oleh siapapun.


3 inspirasi dari 3 orang Jendral yg hidup di 3 dimensi berbeda namun menyampaikan satu pesan, "WE HAVE TO BE STRONG". Bahwa hidup adalah sebuah pertarungan dan didalamnya hanya ada dua pilihan, menang atau kalah.

Kemenangan hanya akan didapat oleh mereka yang optimis, seperti optimisme Guardiola yang selalu yakin bahwa timnya adalah tim dengan soliditas, penguasaan bola, dan sistem kaderisasi terbaik di dunia. Hasilnya memang bukanlah sebuah tim tak terkalahkan, karena dalam sepakbola siapapun bisa kalah dan siapapun bisa menang. Namun dunia menjadi saksi, bagaimana ia berhasil mendelegasikan 7 orang dari prajuritnya untuk mengisi posisi inti di timnas Spanyol yang akhirnya memenangi Piala Dunia 3 tahun yang lalu.

Kemenangan hanya akan diraih oleh mereka yang tidak mengenal rasa takut dan sakit, seperti Jenderal Zilong yang menolak melepas baju besinya walau sudah terluka parah akibat tusukan anak panah. Pada akhirnya ia memang kalah di peperangan itu, namun penyatuan 3 kerajaan yang ia cita-citakan akhirnya terwujud tidak lama setelah ia meninggal.

Kemenangan hanya akan menjadi milik mereka yang mau mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan tim. seperti Kapten Jack Sparrow yang merelakan tampuk kekuasaan pada seorang wanita, demi membuat semua orang yakin, kita harus menyerang dan tak boleh berdiam diri.

Dan tentu saja., kemenangan hakiki hanya bisa diraih oleh mereka yang benar-benar mencintai medan jihad dan merindukan syahid dengan segenap perasaannya. seperti kata Khalid Bin Walid "Malam mencekam dalam sebuah peperangan bersama pasukan lebih aku sukai daripada malam pengantin bersama wanita yang aku cintai". Betapa semangat jihad sudah sangat menyatu dalam jiwanya, kerinduannya akan syahid dijalan Allah begitu membuncah hingga ia pun takut kalau-kalau ia akan mati tidak dalam kondisi sedang berperang. Ia takut akan mati diatas ranjang padahal hampir seluruh tubuhnya sudah penuh dengan bekas luka, hampir seluruh hidupnya (bahkan sebelum memeluk islam) ia habiskan di medan pertempuran.

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih di antara kalian, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia pernah menjadikan orang2 sebelum mereka berkuasa; akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan akan mengubah keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku tanpa menyekutukan seseorang pun dengan-Ku” (QS an-Nur :55)

Percayalah akan janji Allah, bahwa kemenangan bersama orang-orang beriman. Boleh saja saat ini kita dalam posisi sulit, banyak yang memandang ragu, ada yang sinis, tak sedikit yang mencaci. Namun yakinlah suatu hari nanti, kita akan mampu mengutus orang-orang terbaik dari barisan ini untuk membawa Indonesia menjadi negara yang disegani dunia, membawa Islam kembali pada posisi dimana selayaknya ia berada. Entah besok, tahun depan, 5 tahun lagi, atau kapanpun itu. Entah kita masih hidup atau tidak. Cukup pastikan kita berkontribusi dengan amal terbaik.

Tubuh kita boleh saja terlalu ringkih untuk menghadapi sekian banyak makar tapi aku percaya, dalam darah kita mengalir semangat pasukan badar

Play Hard, Have Fun
#Salam3Besar :)


*penulis: @nastarabdullah on twitter

Bookmark and Share
Artikel yang berhubungan :

0 komentar:

Posting Komentar