Senin, 18 Februari 2013

PKS: SBY Semestinya Tak Menyindir, Namun Mencari Solusi

PKS - KOBAR
Selasa, 19 Februari 2013 07:36 wib
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)
JAKARTA - Sindiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato pembukaan sidang kabinet paripurna tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009, yang sempat menyinggung kasus impor daging sapi seharusnya tidaklah perlu dilakukan.

Menurut Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq, SBY seharusnya bukan menyoroti tentang kenaikan harga sembako terutama harga daging sapi.

Namun, kata dia, lebih baik SBY memfokuskan bagaimana cara memproduksi sapi domestik agar Indonesia bisa mencapai swasembada pangan.

“Mestinya bagaimana solusi memproduksi sapi domestik bukan dari harganya, publik sudah cerdas menilai," kata Mahfudz, kepada Okezone, Senin (18/2/2013).

Ketua Komisi I DPR ini, mengatakan nantinya publik akan mengira pidato SBY ini merupakan bentuk pengalihan isu kepada PKS.

"Jangan sampai SBY terjebak dalam penilaian publik dengan melakukan sindiran untuk membentuk isu politik untuk pengalihan,” imbuhnya.

Sebelumnya, dalam sambutannya Presiden SBY menyinggung kasus impor daging sapi yang melibatkan mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lutfi Hasan Ishaaq.

"Saya juga berharap para menteri ajak pula gubernur untuk mewaspadai, untuk mengendalikan pula stabilisasi atas sejumlah harga-harga sembako yang mengalami kenaikan kurang wajar,” kata SBY.

SBY mencatat, sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, termasuk harga daging sapi, dalam dua bulan naik dari Rp70 ribu menjadi Rp 87 ribu. Tak hanya itu, harga bawang putih juga naik dari Rp25 ribu sampai atau mencapai Rp30 ribu per kilogramnya.

(cns)


Bookmark and Share
Artikel yang berhubungan :

0 komentar:

Posting Komentar