Rabu, 11 Juli 2012

Hidayat: Berpolitik Bukan Berarti Bermusuhan

Kamis, 12 Juli 2012


PKS KOBAR- Calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyatakan, tali silaturahim antarkandidat dalam Pemilukada DKI Jakarta menjadi cara terbaik untuk menenangkan situasi panas dalam persaingan antarkubu. Hal itulah yang ingin dikedepankan Hidayat dalam pertemuan dengan cagub lainnya, Joko Widodo, Rabu (11/7/2012).

"Bagi kami orang PKS, silaturahim adalah hal yang sangat dipentingkan. Pertemuan saya dengan Mas Jokowi menjadi contoh, berpolitik bukan berarti bermusuhan, berpolitik bukan berarti tidak bisa bersahabat," kata Hidayat Nur Wahid, seusai pertemuan dengan Joko Widodo di Markas Pemenangan Hidayat-Didik, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, siang ini.

Ia berharap, apa yang dilakukan keduanya bisa menjadi contoh bagi para kader dan pendukung. Pasalnya, panasnya persaingan menuju DKI 1 justru lebih terasa di kalangan pendukung.

"Warga dan pendukung di akar rumput biasanya lebih mudah tersulut," kata Hidayat.

Hidayat menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, keduanya saling berbagi informasi seputar beberapa masalah yang dihadapi masing-masing kubu. Salah satu yang diungkapkan adalah pelecehan yang dialami salah satu kader perempuan PKS di Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Pelecehan itu dialaminya hanya lantaran mengenakan batik oranye di TPS.

"Kader kami dilecehkan dengan kata-kata kasar. Kalau enggak mau ganti mau ditelanjangi, katanya," ungkap Hidayat.

Menurut mantan Presiden PKS itu, pihaknya akan menilai apa yang dialami saksi mereka sebagai pelanggaran hukum yang perlu ditindaklanjuti. Pihaknya akan memproses kasus tersebut secara hukum. Ia juga mengungkapkan, kedua pihak telah berkomunikasi untuk saling membantu bila terjadi masalah, baik di TPS maupun dalam proses selanjutnya.

"Kalau kami dapat masalah, akan dibantu "kotak-kotak" (Jokowi-Ahok). Begitu juga kalau "kotak-kotak" dapat masalah, akan kami bantu," ujar Hidayat.

Saat ditanya seputar kemungkinan adanya konsolidasi keduanya untuk mengantisipasi putaran kedua, baik Hidayat maupun Jokowi enggan mengungkapkan secara jelas. Keduanya hanya meminta wartawan untuk bersabar beberapa jam, menunggu hasil penghitungan suara. [KOMPAS]

Bookmark and Share
Artikel yang berhubungan :

0 komentar:

Posting Komentar