Minggu, 29 April 2012

Hidayat: KRL Jabodetabek Sebaiknya Dikelola Pemda DKI

26 Apr 2012 | 11:58 WIB



JAKARTA (25/4), Kedatangan 20 unit KRL baru  dari Jepang akan menambah operasional KRL Jabodetabek Commuter Line. Kehadiran unit KRL baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang.

"Tentu kita berharap dengan kedatangan 20 unit rangkaian KRL baru ini bisa menghadirkan solusi bagi persoalan KRL saat ini, terutama kaitannya dengan kenyamanan, ketepatan waktu, dan peningkatan kualitas pelayanan," ujar Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid, ketika menaiki KRL Commuter Line di Stasiun Kalbata, Rabu (25/4/2012).

Hidayat mengatakan, saat ini baru ada sekitar 400 KRL yang melayani 6 rute yang ada dengan target mengangkut sekitar 600 ribu penumpang per hari.

Jumlah ini menurutnya,  masih kurang memadai dan menyebabkan penumpang yang membludak sampai ke atap atau KRL AC yang terpaksa dibuka pintunya untuk menampung penumpang.

Disamping permasalahan jumlah KRL, operasional pelayanan juga perlu menjadi perhatian untuk diperbaiki.  Masalah yang sering muncul diantaranya adalah KRL yang mogok sehingga membuat jadwal perjalanan yang kacau, kondisi KRL yang memprihatinkan, kedatangan kereta yang terlambat atau permasalahan pada stasiun dan sarana seperti rel yang patah.

"KRL Jabodetabek ini memiliki peran yang sangat vital bagi Jakarta karena setiap harinya digunakan oleh ratusan ribu orang yang bekerja di Jakarta," tutur Hidayat.

Jika KRL mengalami hambatan sampai lumpuh total, maka dampaknya akan terasa di pusat-pusat ekonomi Jakarta dari mulai pasar sampai perkantoran karena pegawainya terlambat atau bahkan tidak bisa bekerja.

Hidayat juga menjelaskan untuk meningkatkan daya angkut dengan target mencapai 1,2 juta penumpang per hari, diperlukan sekitar 1440 rangkaian KRL. Dengan kondisi saat ini, berarti diperlukan tambahan 940 KRL dengan perkiraan kebutuhan investasi sekitar Rp. 1 triliun.

Hidayat melihat hal ini sebagai kesempatan bagi Pemda DKI Jakarta untuk turut serta dalam pengelolaan KRL dengan berpartisipasi dalam investasi mengingat pemerintah pusat mengalami keterbatasan untuk melakukan investasi.

Keterlibatan Pemda DKI Jakarta dalam investasi dan manajemen operasional sangat wajar mengingat banyaknya warga Jakarta maupun pekerja di Jakarta yang memanfaatkan layanan KRL untuk transportasi dalam bekerja maupun belajar dan sebagian besar jalur maupun rute perjalanan KRL berada di wilayah Jakarta.

Untuk itu, menurut mantan ketua MPR ini,  sudah selayaknya Pemda DKI Jakarta juga perlu terlibat dalam manajemen dan operasional KRL Jabodetabek yang selama ini masih dimonopoli oleh PT  KAI melalui anak perusahaanya maupun Kementerian Perhubungan.

Beberapa rute dalam sistem operasi sekarang yang berpola single operation seperti rute Tanjung Priok-Jakarta Kota dan jalur melingkar Manggarai –Jatinegara hanya berputar di wilayah Jakarta.

"Sehingga sudah selayaknya untuk kedua rute ini dikelola oleh Pemda DKI  untuk memperbaiki kualitas pelayanannya," pungkas Hidayat.

Bookmark and Share
Artikel yang berhubungan :

0 komentar:

Posting Komentar