Rabu, 20 Februari 2013

PKS: Kami Tidak Sempurna seperti Malaikat

PKS-KOBAR-JAKARTA - Perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) anjlok dalam survei yang dirilis oleh Lingkaran Survei Jakarta (LSJ). Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim berdalih, partainya memang tidak sempurna seperti malaikat sehingga turunnya suara tersebut adalah yang wajar.

"Kami harus bekerja keras sejak awal. Kami selalu berikan yang terbaik bagi bangsa tapi kami tidak sempurna seperti malaikat, jadi harus terus belajar untuk tutupi berbagai kekurangan," ujar Hakim, Rabu (20/2/2013), di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.
Menurut Hakim, turunnya suara PKS juga secara tidak langsung dipengaruhi persepsi publik yang terbentuk pasca kasus impor daging sapi terkuak. Di dalam kasus itu, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami anggap ini sebagai sebuah ujian yang justru ada hikmahnya yakni semakin membuat soliditas internal partai kami semakin kuat," ucap Hakim.
Selain melakukan soliditas, PKS, sebut Hakim, juga akan berusaha mengembalikan citra partai dengan lebih banyak melakukan kerja di tengah masyarakat.

"Kami akan jawab persoalan ini dengan kerja keras, kami akan berikan yang terbaik pada publik. Melalui itu, kami yakin penerimaan publik akan lebih baik," ucap anggota Komisi VIII ini.

Elektabilitas PKS anjlok dalam survei terakhir yang dilakukan Lembaga Survei Jakarta. Lembaga itu mengungkap PKS berada di posisi ketujuh dengan dukungan dari responden sebesar 2,6 persen.

Sementara di atas PKS terdapat Golkar (18,5 persen), PDI Perjuangan (16,5 persen), Gerindra (10,3 persen), Partai Demokrat (6,9 persen), Hanura (5,8 persen), Partai Nasdem (4,5 persen).  Sementara parpol yang masih berada di bawah PKS yakni PAN (2,5 persen), PPP (2,4 persen), dan PKB (1,8 persen).

Survei tersebut dilakukan pada tanggal 9 hingga 15 Februari 2013. Survei dilakukan di 33 provinsi dengan mengambil sampel sebanyak 1.225 calon pemilih dengan margin of error 2,8 persen.

Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara pada responden menggunakan kuesioner dengan pertanyaan "Partai apakah yang akan dipilih seandainya pemilu dilaksanakan sekarang?".
Editor :
humas PKS Kobar
Sumber : kompas.com/

Bookmark and Share
Artikel yang berhubungan :

0 komentar:

Posting Komentar