Rabu, 20 Februari 2013

Hidayat: Masih Untung Elektabilitas PKS Tersisa 2,6% Sebelum prahara Luthfi, PKS 2,7 persen.

PKS - KOBAR – Partai Keadilan Sejahtera merasa beruntung masih tersisa kepercayaan 2,6 persen dari masyarakat kepada partai mereka pasca penangkapan KPK terhadap mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Angka 2,6 persen itu berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Jakarta (LSJ) yang dirilis Selasa, 19 Februari 2013.

“Kami sangat paham jika elektabilitas kami rendah. Malah aneh bin ajaib kalau elektabilitas naik 15 persen setelah prahara (Luthfi Hasan) kemarin. Saya justru terkejut masih ada 2,6 persen yang tersisa untuk PKS. Artinya kami masih diapresiasi,” kata anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, kepada VIVAnews.

Hidayat mengatakan, hasil survei LSJ itu berkorelasi dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia Network dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipublikasikan sebelum ini. Survei LSI Network yang dirilis 14 Oktober 2012 menyebut elektabilitas PKS di bawah 5 persen, sedangkan survei SMRC yang dirilis 3 Februari 2013 menyebut elektabilitas PKS 2,7 persen.




Survei SMRC yang hasilnya menunjukkan PKS memperoleh elektabilitas 2,7 persen itu dilakukan sebelum gonjang-ganjing penangkapan KPK atas Luthfi Hasan. Oleh sebab itu Hidayat kaget karena setelah prahara Luthfi Hasan, penurunan angka elektabilitas PKS ternyata tak signifikan.

Hidayat memprediksi hal itu karena publik kini semakin rasional dan kritis. “Masyarakat tahu proses hukum (atas Luthfi) belum selesai. Publik juga mungkin mengerti soal korupsi itu bukan kesalahan partai, tapi individual. Korupsi bukan kebijakan, program, dan atas suruhan partai. Dalam konteks hukum, tak boleh ada gebyah uyah, mati siji mati kabeh (mati satu mati semua),” kata Ketua Fraksi PKS itu.

PKS pun menerima hasil survei LSJ sebagai masukan bagi partai. Bagaimana pun, PKS tak ingin elektabilitasnya terus merosot mendekati Pemilu 2014. “Angka 2,6 persen itu mengerikan, di bawah ambang parlemen yang 3,5 persen. Kami harus koreksi (perbaiki) angka itu,” ujar Hidayat.

Partai pimpinan Anis Matta itu berharap bisa mengubah keterpurukan menjadi peluang. “Dari hari ini sampai April 2014, masih akan banyak peristiwa terjadi. Survei hanya cerminan persepsi publik pada satu fase dan satu periode, bukan cerminan hasil Pemilu 2014,” kata Hidayat.

Survei LSJ soal elektabilitas partai itu digelar tanggal 9-15 Februari 2013 di 33 provinsi di Indonesia dengan jumlah responden 1.225. Populasi survei adalah seluruh penduduk Indonesia yang telah memiliki hak pilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau belum 17 tahun tapi sudah menikah. Margin of error survei sekitar 2,8 persen pada level of conficence 95 persen. 


(humas pks-kobar)

Sumber : VIVAnews

Bookmark and Share
Artikel yang berhubungan :

0 komentar:

Posting Komentar